Sabtu, 17 September 2011

Langkah – langkah pembelajaran inkuiri

Muhibbin Syah (2005: 244) menyampaikan “ tahapan dan prosedur pelaksanaan inkuiri sebagai berikut : Pemberian rangsangan (stimulation),      Pernyataan atau identifikasi masalah (problem statement,. Pengumpulan data (data collection),  Pengolahan data (data processing), Verifikasi (verification) Generalisasi (generalization)”.
Tahapan – tahapan itu dapat dijelaskan sebagai berikut:  Kegiatan belajar mengajar dimulai dengan guru mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, atau aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah, kemudian siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan materi pelajaran. Dari agenda – agenda masalah yang ada dipilih salah satu   dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis sebagai jawaban sementara . Selanjutnya siswa mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan kebenaran hipotesis, kemudian mengolah data dan informasi  yang telah diperoleh dilanjutkan melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan. Kemudian ditarik sebuah kesimpulan yang berlaku umum atau dengan kata lain penarikan kesimpulan secara induktif.
        Dari beberapa pendapat tersebut dapat disusun langkah-langkah pembelajaran dengan metode inkuiri sebagai berikut :
1).Klasifikasi permasalahan. Langkah awal adalah menentukan permasalahan yang ingin didalami atau dipecahkan dengan metode inkuiri. Permasalahan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru. Sebaiknya permasalahan yang ingin dipecahkan disiapkan sebelum mulai pelajaran. Permasalahan  harus jelas sehingga  dapat dipikirkan, didalami, dan dipecahkan oleh     siswa, 2).Identifikasi Permasalahan perlu diidentifikasi dengan jelas dari tujuan sampai seluruh proses pembelajaran atau penyelidikan. Bila persoalan ditentukan oleh guru perlu diperhatikan bahwa persoalan itu real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Persoalan yang terlalu tinggi akan membuat siswa tidak semangat, sedangkan persoalan yang terlalu mudah yang sudah mereka ketahui tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalan itu sesuai dengan tingkat hidup dan keadaan siswa, 3). Membuat hipotesis. Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang persoalan itu. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas, sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dahulu.Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan kelihatan setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh, 4).Mengumpulkan data. Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis  mereka benar atau tidak. Dalam bidang fisika, biasanya untuk dapat mengumpulkan data, siswa harus menyiapkan suatu peralatan yang dapat digunakan untuk pengumpulan data. Maka guru perlu membantu bagaimana siswa mencari peralatan, merangkai peralatan, dan mengoperasikan peralatan sehingga berfungsi dengan baik. Dalam bahasa fisika langkah ini adalah langkah percobaan atau eksperimen. Biasanya dilakukan di laboratorium tetapi kadang juga dapat di luar sekolah. Setelah peralatan berfungsi, siswa diminta untuk mengumpulkan   data   dan   mencatatnya     dalam     buku      catatan, 5).Menganalisis data. Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisa untuk  membuktikan  apakah hipotesis benar atau tidak. Untuk memudahkan menganalisis data, data sebaiknya diorganisasikan, dikelompokkan, diatur sehingga dapat dibaca dan dianalisis dengan mudah. Biasanya disusun dalam suatu tabel agar mudah dibaca dan dianalisis.Data disusun atau dikelompokkan menurut yang menguatkan hipotesis , yang melemahkan hipotesis , dan yang netral. Banyaknya data kadang menyulitkan siswa dalam mengelompokkannya. Campur tangan guru diperlukan siswa untuk menentukan langkah berikutnya. Dalam menganalisis seringkali diperlukan alat hitung seperti rumus matematika ataupun statistik yang memudahkan siswa mengambil keputusan atau mengambil generalisasi, 6).Pengambilan kesimpulan. Dari data yang telah dikelompokkan dan dianalisis , kemudian diambil kesimpulan secara induktif (generalisasi). Setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokkan dengan hipotesis asal, apakah hipotesa dapat diterima atau tidak. Setelah itu guru masih dapat memberikan catatan untuk menyatukan seluruh penelitian ini. Sangat baik bila dalam mengambil keputusan, siswa dilibatkan sehingga mereka menjadi semakin yakin bahwa mereka mengetahui secara benar. Bila ternyata hipotesis mereka tidak dapat diterima, mereka diminta untuk mencari penjelasan. Guru membantu dengan berbagai pertanyaan yang menolong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar