Senin, 01 Agustus 2011

Pengertian Metode Pembelajaran Kooperatif


Definisi yang cukup komprehensif diajukan oleh Olsen dan Kagen (1992:8), menurutnya cooperatif learning atau pembelajaran kooperatif adalah :
            Group learning activity organized so that learning is dependent on the socially structured exchange of information between learners in groups and in which each learner is help accountable for her own learning and is motivated to increase the learning of others.

            Secara singkat, cooperatif learning adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berkomunikasi atau bekerjasama dan berinteraksi dengan struktur dan setting yang telah dirancang oleh guru, sehingga tercipta peluang munculnya aktifitas berupa kerjasama secara wajar.
            Suatu kegiatan pembelajaran dapat disebut sebagai pembelajaran kooperatif jika masing-masing anggota kelompok kecil (idealnya 4 orang) mampu memberikan kontribusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi bersama. Disamping itu keberhasilan anggota kelompok berkorelasi positif terhadap anggota kelompok yang lain. Pembelajaran kooperatif juga ditandai dengan adanya struktur atau jenis aktifitas yang dapat dijadikan wadah untuk kegiatan secara kelompok.
            Pembelajaran kooperatif mempunyai tiga komponen utama, yaitu struktur, isi, dan aktifitas. Yang dimaksud dengan struktur adalah saran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran kooperatif. Sedangkan yang dimaksud dengan isi adalah materi pembelajaran yang akan disajikan, yang berbentuk pokok bahasan, ketrampilan, fungsional atau gramatika, situasi, dan sebagainya. Dengan kata lain isi adalah apa yang akan disajikan dalam struktur. Aktifitas adalah apa yang akan dikerjakan oleh tim terhadap isi dengan menggunakan struktur yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah dituangkan dalam perencanaan pelajaran, sehingga ketika struktur itu diisi dengan materi akan menghasilkan aktifitas.

Model pembelajaran kooperatif bertujuan agar terdapat efek (pengaruh) di luar pembelajaran akademik, khususnya peningkatan penerimaan antar kelompok serta keterampilan sosial dan keterampilan kelompok.
Model pembelajaran kooperatif bertumpu pada kerja kelompok kecil, berlawanan dengan pembelajaran klasikal (satu kelas penuh), dan terdiri 6 (enam) tahapan pokok: menentukan tujuan dan pengaturan, memberi informasi kepada siswa melalui presentasi atau teks, menyusun siswa dalam kelompok belajar, menentukan kelompok dan membantu kelompok belajar, menguji atau melakukan tes untuk mengetahui keberhasilan dari tugas-tugas kelompok, penghargaan baik terhadap prestasi individu maupun kelompok. Diperlukan lingkungan pembelajaran yang kooperatif dari pada kompetitif dalam hal tugas-tugas dan penghargaan.
Dasar-dasar teoretis dan empiris mendukung penggunaan model pembelajaran kooperatif untuk tujuan pendidikan berikut: mendapatkan tingkah laku kooperatif, hasil kerja teoreitis dan memperbaiki hubungan-hubungan yang tidak harmonis. Perencanaan tugas berkaitan dengan pembelajaran kooperatif, yang menekankan pada pengorganisasian siswa untuk kelompok kerja kecil, dan menggunakan materi pembelajaran yang beragam untuk digunakan selama kelompok-kelompok kerja (kelompok belajar) berlangsung.
Empat variasi dari pendekatan dasar dalam pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan adalah: Kelompok belajar siswa ( STAD ), JIGSAW, GI, dan Pendekatan Struktural. Tak peduli pendekatannya, pembelajaran kooperatif dicirikan dengan kerja siswa dalam kelompok kecil, dan berorientasi pada adanya penghargaan kelompok.
Memimpin pembelajaran kooperatif mengubah peranan guru dari sebagai pusat pembicara atau pembicara utama menjadi choreographer dalam aktivitas kelompok kecil. Kelompok kerja kecil menimbulkan suatu tantangan pengelolaan bagi guru. Guru harus membantu siswa melakukan transisi di dalam kelompok kecil mereka, mengatur kelompok kerja mereka, dan mengajarkan keterampilan penting, yakni keterampilan sosial dan keterampilan kelompok.
Assesmen atau tugas-tugas evaluasi menggantikan pendekatan tradisional kompetitif dalam model pembelajaran lain dengan penghargaan individual dan kelompok. Cara-cara lain (seperti surat berita, presentasi kelompok) perlu ada sebagai penghargaan dan penyelesaian kooperatif siswa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar