Senin, 01 Agustus 2011

Pengertian Metode Pembelajaran Discovery-Inquiry

Metode Discovery-Inquiry sebenarnya merupakan dua metode yang masing-masing berdiri sendiri, namun kalau dilihat dari fungsi pelaksanaannya kedua metode tersebut saling mendukung. Schwab dalam Joyce, weil, dan Calhoun (2000:163-163) mengemukakan bahwa inti dari metode Discovery-Inquiry adalah pencarian makna belajar. Individu yang belajar dimotivasi untuk meningkatkan kompleksitas struktur intelektualnya agar dapat memproses suatu informasi dan mencari secara kontinyu untuk membuat suatu perencanaan sehingga lebih bermakna. Pembelajaran discovery (temuan) mengacu pada situasi pembelajaran, upaya siswa mencapai tujuan pengajaran dengan bimbingan yang sangat terbatas atau tanpa bimbingan sama sekali oleh guru.
            Menurut Thelen dalam Joyce, Weil, dan Calhoun (2000:46) bahwa metode inkuiri berkonsentrasi pada upaya menilai dan mengamati proses pemberian perhatian pada suatu obyek, berinteraksi dengan apa yang dirangsang oleh orang lain baik secara langsung atau melalui tulisannya, merefleksi dan reorganisasi konsep dan sikap seperti yang ditunjukkan dalam proses menarik kesimpulan, mengidentifikasi, pencarian baru, mengambil tindakan, dan mengubahnya agar menghasilkan yang lebih baik. Jadi metode inkuiri adalah suatu tindakan dalam mencari kebenaran, keterangan atau pengetahuan tentang suatu hal untuk mendapatkan informasi atau pemahaman.
            Ciri utama metode inkuiri ini adalah jumlah bimbingan yang diberikan guru ada 4 solusi masalah yang ada dalam berbagai situasi pengajaran, yaitu : 1) guru memberikan prinsip dan problem solving, 2) guru memberikan prinsip yang digunakan tapi tidak memberikan problem solving, 3) guru tidak memberikan prinsip tapi memberikan problem solving, 4) guru tidak memberi prinsip tidak pula memberi problem solving. Situasi tengah-tengah adalah guru memberikan prinsip tapi tidak memberikan problem solving. Dalam konteks ini keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol, sedangkan peran guru mengarahkan, membimbing, memberi fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan penemuan.
            Oemar Hamalik (2001:132) mengemukakan bahwa belajar penemuan (discovery learning) dapat juga disebut proses pengalaman. Langkah-langkah proses pengalaman ini adalah :
1) Tindakan dalam kondisi tertentu. Siswa melakukan tindakan dan mengamati pengaruh-pengaruhnya. Pengaruh-pengaruh tersebut mungkin sebagai ganjaran atau hukuman (operant conditioning), atau mungkin memberikan keterangan mengenai hubungan sebab akibat.
2) Pemahaman kasus tertentu. Apabila keadaan yang sama muncul kembali, maka ia dapat mengantisipasi pengaruh yang bakal terjadi dan konsekwensi-konsekwensi apa yang akan dirasakan.
3) Generalisasi. Siswa membuat kesimpulan atas prinsip-prinsip umum berdasarkan pemahaman terhadap kondisi tertentu.
4) Tindakan dalam suasana baru. Siswa menerapkan prinsip dan mengantisipasi pengaruhnya.
            Pendekatan pembelajaran penemuan dikembangkan menjadi metode discovery-inquiry. Langkah-langkah pokok metode ini adalah:
1) Menyajikan kesempatan-kesempatan kepada siswa untuk melakukan tindakan atau perbuatan dan mengamati konsekwensi dari tindakan tersebut.
2) Menguji pemahaman siswa mengenai hubungan sebab akibat dengan cara mempertanyakan atau mengamati reaksi-reaksi siswa, selanjutnya menyajikan kesempatan-kesempatan lainnya.
3) Mempertanyakan atau mengamati kegiatan selanjutnya, serta menguji susunan prinsip umum yang mendasari masalah yang disajikan tersebut.
4) Penyajian berbagai kesempatan baru guna menerapkan hal yang baru saja dipelajari kedalam situasi atau masalah-masalah yang nyata.
            Joyce, Weil, dan Calhoun (2000:46) mengemukakan bahwa sumber energi utama inkuiri adalah tumbuhnya kesadaran diri siswa dalam mencari, menemukan, memeriksa, dan merumuskan cara pemecahan masalah secara mandiri. Lebih lanjut Joyce, Weil, dan Calhoun (2000:61-63) mengemukakan bahwa tujuan menggunakan metode inkuiri antara lain untuk mengembangkan ketrampilan kognitif dalam penyelidikan dan memproses data, mengembangkan logika untuk menyerap konsep-konsep yang berkualitas. Metode discovery adalah suatu prosedur pembelajaran yang menekankan pada belajar mandiri, memanipulasi obyek, melakukan eksperimen atau penyelidikan dengan siswa-siswa lain sebelum membuat  generalisasi. Metode discovery memberikan kesempatan secara luas kepada siswa dalam mencari, menemukan, dan merumuskan konsep-konsep dari materi pembelajaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar